pai pupu taan tou, haka gahan taan ehan, taan gelekat lewo gewayan tana

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juni 2016

BTT Artikel... Sekitar 12 tahun lalu tepatnya pada tahun 2004, dunia dihebohkan dengan ditemukannya fosil tengkorak manusia purba di Pulau Flores, tepatnya di Liang Boa. Temuan ini dinilai sangat unik karena temuan fosil manusia ini berbeda dengan fosil yang pernah ditemukan sebelumnya karena ukurannya yang kerdil, hanya sekitar maksimal 1 meter saja. Apakah kebetulan atau tidak temuan ini bersamaan waktunya dengan diedarkannya film The Lord of the Rings movie trilogy.
Berdasarkan analisis carbon dating, manusia kerdil purba ini berumur sekitar 200.000 tahun lalu. Selanjutnya, temuan yang dinamakan oleh para ilmuwan dengan Homo floresiensis ini menghebohkan dunia karena berpeluang mengubah sejarah evolusi manusia. Sampai saat ini memang masih terdapat pro dan kontra terkait temuan ini karena sebagai ilmuwan menganggap manusia kerdil Flores ini merupakan bagian dari sejarah evolusi manusia, namun sebagian lagi menilai bahwa manusia kerdil ini merupakan produk kelainan genetik yang terjadi pada kelompok manusia purba yang tinggal di pulau tersebut.
Temuan ini memang menarik perhatian para ahli purbakala, mengingat berdasarkan temuan peralatan purba di Pulau Flores, diperkirakan pulau ini sudah dihuni oleh manusia sekitar 1 juta tahun yang lalu. Bagi kelompok yang belum menyepakati bahwa manusia kerdil Flores merupakan spesies tersendiri menganggap bahwa manusia Flores ini bentuk kerdil hari Homo erectus yang hidup sekitar 1.6 juta – 100,000 tahun lalu atau bahkan berasal dari turunan spesies yang lebih tua, yaitu Homo habilis yang hidup sekitar 2.3 - 1.5 juta tahun lalu. Namun, permasalahannya sampai saat ini fosil Homo floresiensis ini belum pernah ditemukan di Benua Afrika.
Di tengah-tengah kontroversi ini, dunia purbakala kembali heboh karena tanggal 8 Juni 2016 lalu dipublikasikan hasil temuan baru fosil di Journal nature yang merupakan jurnal ilmiah paling bergengsi dunia yang diperkirakan usianya 500,000 tahun lebih tua dari temuan pertama sehingga fosil yang baru ditemukan ini diperkirakan berumur 700.000 tahun.
Temuan terbaru ini berupa rahang bawah dan enam gigi dari orang dewasa dan 2 anak anak di Mata Menge di Flores Tengah. Temuan ini menguatkan teori bahwa leluhur Homo floresiensis memang sudah kerdil ratusan ribu tahun sebelumnya. Bagi kelompok yang meyakini bahwa manusia kerdil ini merupakan spesies tersendiri dan merupakan bagian dari salah satu cabang evolusi manusia, menganggap bahwa pengecilan ukuran tubuh dan otak manusia kerdil Flores merupakan bagian dari evolusi mundur manusia (Human Reversal evolution) di mana justru ukuran tubuh yang lebih kecil tersebut yang memungkinkan mereka dapat bertahan di lingkungan Pulau Flores yang ekosistemnya sederhana dan tidak memiliki banyak predator. Dalam kondisi lingkungan seperti ini ukuran tubuh yang besar tidak diperlukan untuk bertahan hidup di pulau ini.
Dengan melihat peralaran yang mereka buat, sudah dipastikan bahwa kecilnya ukuran otak manusia kerdil Flores ini tidak berhubungan dengan keprimitifan atau keterbelakangan pemikiran mereka. Walaupun ukuran otaknya kecil, mereka tetap cerdas karena dapat membuat berbagai peralatan untuk dapat bertahan hidup. Sebagai perbandingan volume otak ketiga spesies yang menjadi perdebatan ini adalah Homo erectus memiliki otak sebesar1,050 cm3, Homo habilis sebesar 610 cm3, sedangkan Homo floresiensis hanya sebesar 380 cm3.
Walaupun masih terdapat pro dan kontra terkait penemuan terbaru ini, yang jelas Indonesia khususnya Pulau Flores kini menjadi perhatian dunia dengan ditemukannya fosil manusia kerdil purba ini. Diperkirakan masih banyak lagi peninggalan fosil purba di Bali Timur dan juga di wilayah antara Asia dengan Australia yang belum teridentifikasi dan berpeluang akan mengubah sejarah evolusi manusia.
Sumber : kompasiana.com

Sabtu, 23 Januari 2016


Berangkat dari namanya, yaitu mahasiswa, “maha” yan berarti paling, oleh karna itu kita bukanlah siswa biasa seperti yang ada di sekolah menengah atau sekolah – sekolah di bawahnya. Mahasiswa lebih bebas menentukan arah dirinya dan mau dibawa kemana lingkungan juga bangsanya.

Mahasiswa berkewajiban untuk menjadi agen of change, penyambung lidah masyarakat atau lingkungannya. Oleh karena itu mahasiswa dituntut kritis terhadap keputusan – keputusan atau kebijakan yang tidak sesuai dengan seharusnya, demi kepentingan masyarakat banyak. Tugas – tugas tersebut pastinya bisa kita latih di organisasi.

Baik organisasi intra kampus, maupun ekstra kampus, intra kampus contohnya BEM, senat, HMJ dan masih banyak lagi. Sedangkan ekstra kampus seperti komunitas – komunitas hobi, komunitas olahraga, bahkan sampai ke organisasi kedaerahan. Semua organisasi pasti punya tujuan dan kepentingannya masing masing, namun di balik itu pelajaran pelajaran yang dapat kita ambil umumnya sama seperti leadership.

Semua ilmu yang ada di organisasi bias kita pakai kelak saat di masyarakat. Sebelum mahasiswa dilepas ke masyarakat, mereka harus punya hard skill dan soft skill. Dimana hard skil didapat dari teori – teori yang diberikan dosen dalam waktu pembelajaran formal dalam kelas. Namun selain hard skill mereka membekali dirinya dengan soft skill, dari mana didapatnya jika bukan dari kehidupan berorganisasi.

Karena dalam oranisasi kita bersosialisasi dengan teman, menyelesaikan masalah bersama, mengendalikan masa. Maka soft skill kita benar – benar diasah disini sebelum dikembalikan ke masyarakat. Organisasi selain bisa memberikan banyak pelajaran juga sebagai lahan untuk menuangkan kreatifitas kita atau kebolehan kita dalam segala bidang yang kita sukai. Misalnya kita suka olahraga futsal, lalu kita bisa ikut “orangers”. Selain kita bisa menyalurkan bakat dan hobi di bidang futsal.

Kita juga dapat ilmu keorganisasiannya, bagai mana saat memenej waktu latihan bersama, bagaimana cara menjadi pemimpin atau captain yang baik, bagaimana cara menyelesaikan perbedaan pendapat antar anggota. Belum lagi jika ingin mengadakan event futsal yang di prakarsai oleh organisasi tersebut. Menjadi mahasiswa sebanarya sudah lekat dengan yang namanya organisasi. Bukan mahasiswa sebenarnya jika tidak ikut organisasi menurut saya. Ada mahasiswa yang ahli dalam berorganisasi namun dia melupakan kewajiban akademiknya di universitas. Sehingga organisasinya maju, namun kuliahnya tidak lulus – lulus.

Ada juga yang sebaliknya, dia mendapat IP yang tinggi terus namun ketika diminta berinteraksi sosial dengan orang banyak, berbicara di depan publik, dan dituntut memecahkan masalah organisasi dia tidak bisa. Ini dapat menimbulkan kesulitan saat dia di dunia kerja nanti. Dua hal tersebut merupakan kesalahan dalam dunia perkuliahan.

Satu lagi yang menjadi problematika tentang keorganisasian menurut saya, yaitu banyak yang ingin berorganisasi namun hanya semata – mata ingin diakui eksistensinya, atau ingin sekedar numpang jadi anggota tanpa ada kontribusi maksimal untuk organisasinya. Itu menurut saya juga salah, karna kita berorganisasi pasti punya tujuan dan organisasinya pun pasti punya tujuan bersama.

Maka sudah selayaknya kita berkomitmen mengedepankan tujuan bersama dalam organisasi dengan memaksimalkan kinerja. Agar pengalaman dan wawasan yang kita dapat pun berkembang seiring pengorbanan yang kita lakukan untuk organisasi tersebut.

Maka bisa ditarik kesimpulan bahwa organisasi merupakan satu sarana yang dapat membentuk kematangan mahasiswa dalam hidup bermasyarakat. Banyak sekali manfaat dan nilai plus yang kita dapat dari beroranisasi.
Dengan berorganisasi kita dapat mengaktualisasikan diri, mengasah soft skill, menambah wawasan, banyak pengalaman, dan tahu banyak karakteristik pemikiran – pemikiran manusia dalam berorganisasi. Sehingga dapat menjadi pribadi yang berjiwa leadership, berwawasan, ulet, kreatif, dan dinamis dalam memutuskan masalah di kehidupan.



Berangkat dari namanya, yaitu mahasiswa, “maha” yan berarti paling, oleh karna itu kita bukanlah siswa biasa seperti yang ada di sekolah menengah atau sekolah – sekolah di bawahnya. Mahasiswa lebih bebas menentukan arah dirinya dan mau dibawa kemana lingkungan juga bangsanya.

Mahasiswa berkewajiban untuk menjadi agen of change, penyambung lidah masyarakat atau lingkungannya. Oleh karena itu mahasiswa dituntut kritis terhadap keputusan – keputusan atau kebijakan yang tidak sesuai dengan seharusnya, demi kepentingan masyarakat banyak. Tugas – tugas tersebut pastinya bisa kita latih di organisasi.

Baik organisasi intra kampus, maupun ekstra kampus, intra kampus contohnya BEM, senat, HMJ dan masih banyak lagi. Sedangkan ekstra kampus seperti komunitas – komunitas hobi, komunitas olahraga, bahkan sampai ke organisasi kedaerahan. Semua organisasi pasti punya tujuan dan kepentingannya masing masing, namun di balik itu pelajaran pelajaran yang dapat kita ambil umumnya sama seperti leadership.

Semua ilmu yang ada di organisasi bias kita pakai kelak saat di masyarakat. Sebelum mahasiswa dilepas ke masyarakat, mereka harus punya hard skill dan soft skill. Dimana hard skil didapat dari teori – teori yang diberikan dosen dalam waktu pembelajaran formal dalam kelas. Namun selain hard skill mereka membekali dirinya dengan soft skill, dari mana didapatnya jika bukan dari kehidupan berorganisasi.

Karena dalam oranisasi kita bersosialisasi dengan teman, menyelesaikan masalah bersama, mengendalikan masa. Maka soft skill kita benar – benar diasah disini sebelum dikembalikan ke masyarakat. Organisasi selain bisa memberikan banyak pelajaran juga sebagai lahan untuk menuangkan kreatifitas kita atau kebolehan kita dalam segala bidang yang kita sukai. Misalnya kita suka olahraga futsal, lalu kita bisa ikut “orangers”. Selain kita bisa menyalurkan bakat dan hobi di bidang futsal.

Kita juga dapat ilmu keorganisasiannya, bagai mana saat memenej waktu latihan bersama, bagaimana cara menjadi pemimpin atau captain yang baik, bagaimana cara menyelesaikan perbedaan pendapat antar anggota. Belum lagi jika ingin mengadakan event futsal yang di prakarsai oleh organisasi tersebut. Menjadi mahasiswa sebanarya sudah lekat dengan yang namanya organisasi. Bukan mahasiswa sebenarnya jika tidak ikut organisasi menurut saya. Ada mahasiswa yang ahli dalam berorganisasi namun dia melupakan kewajiban akademiknya di universitas. Sehingga organisasinya maju, namun kuliahnya tidak lulus – lulus.

Ada juga yang sebaliknya, dia mendapat IP yang tinggi terus namun ketika diminta berinteraksi sosial dengan orang banyak, berbicara di depan publik, dan dituntut memecahkan masalah organisasi dia tidak bisa. Ini dapat menimbulkan kesulitan saat dia di dunia kerja nanti. Dua hal tersebut merupakan kesalahan dalam dunia perkuliahan.

Satu lagi yang menjadi problematika tentang keorganisasian menurut saya, yaitu banyak yang ingin berorganisasi namun hanya semata – mata ingin diakui eksistensinya, atau ingin sekedar numpang jadi anggota tanpa ada kontribusi maksimal untuk organisasinya. Itu menurut saya juga salah, karna kita berorganisasi pasti punya tujuan dan organisasinya pun pasti punya tujuan bersama.

Maka sudah selayaknya kita berkomitmen mengedepankan tujuan bersama dalam organisasi dengan memaksimalkan kinerja. Agar pengalaman dan wawasan yang kita dapat pun berkembang seiring pengorbanan yang kita lakukan untuk organisasi tersebut.

Maka bisa ditarik kesimpulan bahwa organisasi merupakan satu sarana yang dapat membentuk kematangan mahasiswa dalam hidup bermasyarakat. Banyak sekali manfaat dan nilai plus yang kita dapat dari beroranisasi.
Dengan berorganisasi kita dapat mengaktualisasikan diri, mengasah soft skill, menambah wawasan, banyak pengalaman, dan tahu banyak karakteristik pemikiran – pemikiran manusia dalam berorganisasi. Sehingga dapat menjadi pribadi yang berjiwa leadership, berwawasan, ulet, kreatif, dan dinamis dalam memutuskan masalah di kehidupan.


Kamis, 21 Januari 2016

Albert Einstein
Image dari Youtube.com
BTT ARTIKEL - Sebagai tokoh ilmuwan yang jenius, Albert Einstein memang sosok yang tidak bisa dilupakan begitu saja dalam peradaban dunia. Maka sebagai tokoh yang selalu dianggap memajukan #ilmu pengetahuan, Einstein dengan karakter dan olah daya pikirnya mempunyai beberapa ilmu sukses untuk dijalankan manusia di dunia. Lalu apa saja formula hidup sukses dari Albert Einstein ini? Berikut ulasannya.

1. Tekun dan Bertahanlah Lebih Lama dalam Menghadapi Masalah

Formula pertama dari Albert Einstein untuk hidup sukses adalah bertahan lebih lama menghadapi masalah. Dalam hidup, setiap orang memang akan menemui masalah. Namun saat menemui masalah seseorang harus menghadapinya dan tidak melarikan diri dari permasalahan tersebut.
Untuk bisa mengatasi permasalahan yang ada Einstein menyarankan kepada siapapun untuk tekun dalam bekerja. Ya hanya hanya dengan jalan tekun bekerja sesorang bisa meraih kesuksesan dalam hidupnya. Sebesar apapun problematika yang dihadapi, Anda harus tegar menghadapinya. Menurut Einstein kesuksesan Anda memang akan ditentukan pada ketahanan Anda menghadapi masalah.

2. Fokuslah dalam Apapun yang Anda Kerjakan

Dalam menjalani aktivitas apapun, seseorang memang diharuskan fokus hanya pada hal yang dikerjakananya. Begitu pula dalam hidup, Anda harus fokus mengejar satu impian yang dicita-citakan. Semakin Anda fokus pada satu hal, maka kemungkinan sukses pun akan semakin besar. Seperti layaknya kaca pembesar yang mampu memfokuskan sinar matahari pada satu titik hingga mampu membakar kertas di bawahnya, sebuah fokus pada pekerjaan juga mampu mengantarkan manusia pada kesuksesan.

3. Berimajinasilah, Karena Imajinasi Adalah Penarik Masa Depan

Einstein memang sangat memperhatikan dengan sangat serius soal imajinasi. Bahkan karena saking pentingnya imajinasi, Eisntein menganggap bahwa imajinasi lebih tinggi tingkatnya dari pengetahuan. Memang sosok yang mengemukakan teori relativitas ini selalu berkutat dengan hal ini. Dari sekian banyak teori yang ia cetuskan, Einstein menyatakan bahwa imajinasi menjadi dasar dari semuanya.
Menurutnya hidup tanpa imajinasi seperti mengikuti aliran sungai, pasrah mengikuti apapun dan ke manapun arahnya. Dengan memiliki sebuah imajinasi hidup akan menjadi lebih terarah untuk bisa mencapai kesuksesan. Imajinasi juga bisa digunakan manusia sebagai stimulus untuk memacu kita untuk bekerja keras menggapai hal tersebut.

4. Hiduplah Untuk Saat Ini

Untuk hidup sukes, Anda harus berfokus pada apa yang Anda kerjakan hari ini. Menurut Einstein tidak tak boleh takut pada masa depan. Lebih dari itu Anda juga tak boleh melupakan masa lalu. Namun lebih penting dari itu semua Anda jangan sekali-kali melewatkan hari ini dengan suatu hal yang sia-sia.
Dalam menciptakan teori-teori yang ada, Einstein selalu memanfaatkan waktu yang ada pada hari itu dengan sebaik-baiknya. Tanpa menyepelekan pengalaman di masa lalu dan tak gentar menghadapi masa depan, Einstein melakukan pekerjaan pada setiap harinya dengan penuh semangat dan antusias.

5. Selalu Nikmati Rasa Ingin Tahu Anda

Orang yang selalu terus belajar sepanjang hayatnya umumnya akan memiliki kehidupan yang sukses dibanding lainnya yang merasa sudah pintar dengan apa yang dimilikinya. Untuk tetap terus belajar Einstein menyarankan kepada siapapun untuk selalu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan tidak cepat puas.
Karena dengan kedua unsur itu, mereka akan dipaksa untuk terus mengupdate pengetahuannya di sepanjang waktu. Saat mereka selalu haus dengan pengetahuan, kesuksesan pun akan mampu mereka dapatkan bahkan tanpa mereka sadari.

6. Jangan Takut Berbuat Salah Untuk Berinovasi

Takut mencoba dan berbuat salah adalah salah satu hal yang bisa menghambat kesuksesan. Maka untuk Anda yang ingin mewujudkan impian dan cita-cita, Anda memang harus mampu menghilangkan ketakutan-ketakutan tersebut. Terutama saat Anda akan membuat produk baru, Anda memang diwajibkan untuk menghilangkan segala bentuk keraguan dan ketakutan. Tanpa itu semua maka mustahil produk baru akan tercipta.

7. Kerja Keras dan Berusahalah Dengan Sebaik-baiknya

Terakhir, formula untuk hidup sukses dari Albert Einstein adalah dengan bekerja keras dan berusaha dengan sebaik-baiknya. Ya memang hanya dengan bekerja keras seseorang akan mampu menjadikan hidupnya lebih berpeluang untuk sukses. Ingat bahwa tak ada resep sukses yang instan. Anda harus bekerja kerasa dan berjuang untuk membuat nasib menyerah dan bertekuk lutut di hadapan Anda.


BTT ICON - secara administratif, termasuk kabupaten flores timur, propinsi nusa tenggara timur, Indonesia. Adonara merupakan salah satu dari tiga pulau utama pada kepulauan di kabupaten Flores Timur. Adonara merupakan salah satu kerajaan yang didirikan pada tahun 1950. keindahan pantai tak hanya dimiliki oleh bali atau pulau dewata. di nusa tenggara timur, terdapat banyak lokasi yang menyimpan sejuta pesona. pantai neren wato tena, terbilang masih perawan karena terletak jauh dari kota kupang. pesona laut biru yang menggoda dan ditambah formasi batuan unik yang menambah eksotiknya pantai ini.

secara umum masyarakat di pulau Adonara bertani, karena kondisi geografisnya, petani disini adalah petani lahan kering. hasil utama dari pertanian ini adalah : jagung, ubi atau singkong serta tanaman perkebunan seperti kelapa, tembakau, vanili, coklat dan cengkeh.

pariwisata di pulau adonara belum berkembang dan belum terekploitasi, tetapi din satu sisi, hal ini menyimpan berkah selama perjalanan dan ingin menikmati alam yang benar-benar masih perawan. wisata alam yang ditawarkan di adonara cukup beragam, mulai gunung sampai pantai ada. pulau adonara, mempunyai banyak pantai dan bahkan belum diberi nama yang jelas dan belum diurus layaknya tempat wisata.

MENGAPA SAYA HARUS KESANA...?

Adonara - Lewo buto
senang berjalan menyusuri pantai...? anda akan dimanjakan dengan bentangan pasir putih hingga tujuh kilometer, sungguh ciptaan Tuhan yang rugi kalau tidak dinikmati. namun sayang, wisata neren watotena ini sulit dijangkau dari pusat kota. watotena dalam arti bahasa indonesia adalah kapalbatu, pantai ini berada di garis pantai adonara timur dengan pasir putihnya pantai ini di penuhi oleh batuan besar seperti kapal,. saat ini pantai watotena ini dikelola oleh warga asli setempat.

banyak turis yang datang ke adonara sebagai tambahan wisata saat mengikuti acara samana santa saat perayaan paskah di larantuka. ada juga traveller yang sengaja transite sebelum pergi ke desa pemburu ikan paus di pulau kembata. dengan usaha sedikit menembus hutan dan jalanan yang berbatu, kita tidak akan menyesal karena pantai pasir putih adonara akan menyambut anda.

Adonara - wato tena
karena pulau ini tidak terlalu luas, kita dapat menikmati banyak pantai dalam waktu singkat. akan tetapi, tidak disarankan untuk snorkling ataupun diving disini. larangan ini ada karena lepas pantai yang ada di antara pulau flores dan lembata ini banyak terdapat pusaran arus dah arus bawah yang deras. tidak hanya itu, pulau adonara terdiri dari desa-desa yang indah dan makmur. tempat wisata atau tempat rekreasi yang sangat indah, bersih, nyaman dan tertata secara tradisional. pantai-pantai di selatan pulau adonara itu menjadi pilihan wisatawan domestik sambil menikmati gemuruh lalu lintas kapal-kapal motor yang mengangkut penumpang dari larantuka ke lewoleba ataupun sebaliknya.

pulau adonara terasa begitu indah ketika menjelang senja, saat sang surya beranjak ke peranduannya, hembusan angin pantai yang menghempas dedaunan kelapa di pantai itu, membuat nyiur seakan-akan melambai lambai.

BAGAIMANA CARANYA SAYA KESANA...?

Adonara - Terong
akses untuk menujuh ketempat ini tidak terlalu sulit., kita harus terlebih dulu transit di Kupang ataupun Maumere. Jika waktu menjadi salah satu pertimbangan, Anda dapat langsung melakukan perjalanan menggunakan penerbangan pesawat Transnusa ataupun Susi Air yang terbang langsung dari Kupang ke Larantuka, ibukota Kabupaten Flores Timur., kemudian untuk menujuh ke pulau Adonara kita harus menggunakan kapal motor (jalur laut) untuk sampai di kota kecamatan adonara timur yaitu waiwerang kurang lebih 2 jam perjalanan, setelah itu untuk menujuh ke pantai wato tena kita bisa mengunakan jalur darat berupa mobil atau bemo angkutan umum sekitar 1 jam perjalanan untuk sampai di pantai wato tena yang berada di desa bunga lawa kecamatan ile boleng.

BAGAIMANA DENGAN AKOMODASINYA...?

jangan berharap ada gerbang masuk tempat wisata yang layak disertai berbagai fasilitas, seperti makanan dan minuman. semuanya harus disiapkan sendiri. infrastruktur jalanan di wilayah ini cukup baik, walaupun belum mencakup seluruh daerahnya. pilihan homestay di rumah warga adalah pilihan yang terbaik.

KAPAN SEBAIKNYA SAYA KESANA...?

waktu terbaik untuk berkunjung ke pulau adonara adalah bulan MEI-AGUSTUS

PERSIAPAN SEBELUM KESANA...?

Adonara - Wai taga
  • sangat bijak ketika anda selalu menyediakan air untuk diminum dalam kemasan yang mudah dibawa.
  • cream pelindung hendaknya selalu dibawa karena udaranya disana cukup panas walaupun hembusan anginnya cukup dingin
  • anda juga perlu membawa anti nyamuk
  • gunakan pelindung kaki yang simple dibawa untuk menghindari banyaknya bulu babi di pantai
  • snak atau cemilan

Kamis, 07 Mei 2015

Hati-hati bicara bohong, karena kebohongan akan mengaktifkan suatu area di otak, dan perubahan itu bisa dilihat menggunakan foto fMRI atau functional magnetic resonance imaging. Demikian diungkapkan para ilmuwan AS di Philadelphia.
Metode pendeteksi kebohongan ini dianggap lebih akurat dibanding sistem yang ada sekarang. Meski begitu, karena membutuhkan piranti pemindai besar, maka pemanfaatannya masih kalah praktis dibanding sistem konvensional.
Seperti diketahui, detektor kebohongan konvensional, atau polygraph, masih menimbulkan kontroversi dalam hal keakuratannya. Polygraph bekerja dengan mengukur respon fisik tubuh terhadap tekanan yang timbul ketika seseorang berbohong. Menggunakan polygraph, operator yang terlatih bisa mengetahui seseorang berbohong atau tidak, dengan mengukur laju pernafasan, tekanan darah, dan keluarnya keringat.
Tetapi meski beberapa badan pemerintah masih menggunakan tes tersebut, Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS, mempublikasikan sebuah laporan yang mengatakan bahwa instrumen itu kurang akurat. Menurut laporan, dengan berlatih, seseorang bisa mengatur respon fisiknya sehingga kebohongan mereka tidak terdeteksi.
Oleh sebab itu, para ilmuwan mencari alternatif lain untuk mendeteksi kebohongan. fMRI mungkin akan merupakan kunci masalah ini, kata Scott Faro, seorang radiolog di pusat foto otak, Universitas Temple di  Philadelphia, Pennsylvania. Faro mempresentasikan penelitian baru itu tanggal 29 November pada pertemuan tahunan Radiological Society of North America di Chicago. “Saya yakin ini adalah pendekatan penting untuk memahami perilaku kognitif yang amat kompleks,” katanya.
Dalam uji coba, Faro dan rekan-rekannya meminta enam sukarelawan untuk menembakkan pistol mainan. Mereka kemudian di-scan otaknya menggunakan fMRI dan diminta berbohong telah menembakkan senjata. Sukarelawan juga menjalani tes polygraph setelah itu. Lima orang sukarelawan lagi, yang tidak menembakkan senjata, menempuh tes serupa sebagai perbandingan.
Baik tes fMRI maupun polygraph berhasil mendeteksi para pembohong dan mereka yang bicara benar. Pada scan fMRI terlihat ada area khusus di otak yang aktif ketika seseorang berbohong, termasuk bagian-bagian frontal, temporal dan limbic lobes.
Adapun fMRI bekerja dengan mendeteksi sinyal magnetis dari atom-atom oksigen yang menempel pada besi di lairan darah sukarelawan. Bila aktivitas otak meningkat, aliran darah akan mengikuti dan membawa lebih banyak oksigen bersamanya. Hal ini akan meningkatkan kekuatan sinyal. Teknik yang biasanya dipakai dalam scan medis ini bisa memetakan aktivitas bagian-bagian otak dalam skala milimeter.
Menurut para periset, teknik ini akan sangat berguna untuk mendeteksi orang-orang yang telah dilatih mengakali tes polygraph. Namun harus diingat bahwa metode fMRI harus dibuat lebih murah dan praktis sebelum bisa diterapkan secara rutin. Yang jelas, mesin fMRI senilai jutaan dollar bukan solusi yang tepat untuk digunakan di bandara atau lokasi-lokasi lain. (nature.com/Rtr/wsn)

Minggu, 04 Januari 2015

Patologi dalam terminologi medis disebut penyakit. Pengertian tersebut mungkin ada ketidak sinkronan dalam pemaduan dua kata tersebut, namun itu hanyalah sekedar terminologi untuk menggambarkan bahwa dalam birokrasi di Indonesia ada semacam penyakit kronis yang belum dapat disembuhkan. Sebut saja, dari perundang-undangan, aturan hukum dan kebijakan pemerintah masih sering bertolak belakang. Ironisnya manakala penyakit tersebut tidak segera di ”periksa” ke ahlinya, maka akan menggejala dalam sebuah sistem yang amburadul.

Artinya, ketika penyakit birokrasi tersebut sudah tidak ada di tubuh pemerintahan, maka percayalah akan terbangun sebuah paradigma baru dalam birokrasi yang di implementasikan keseluruh sistem yang punya sinerjitas dengan birokrasi. Bias birokrasi sehat dan bersih, dapat tertata dalam komunitas kewirausahaan, yang terdiri dari industri kreatif yang ada di masyarakat.

 Komunitas kewirausahaan dan birokrasi tidak bisa dilepaskan dalam matarantai sejarah bangsa Indonesia, sudah menjadi sebuah ekosistem perekonomian bangsa antara keberadaan komunitas kewirausahaan dan birokrasi. Sayangnya, sampai saat masih ada birokrasi yang memandang sebelah mata, bahkan hampir tidak lagi mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Padahal, tuntutan reformasi setidaknya telah merubah wajah birokrasi Indonesia meskipun belum terlalu signifikan. Agenda reformasi dalam tubuh birokrasi di Indonesia ditujukan bukan lagi sekedar untuk membangun Institusi birokrasi yang professional secara menejerial, namun pada bagaimana birokrasi tersebut mampu merepresentasikan konfigurasi sosial ekonomi kerakyatan yang ada untuk menjamin keterwakilan masing – masing komunitas kewirausahaan.

Menurut sejumlah pengamat ekonomi, bahwa patologi birokrasi bersumber dari rekruitmen dan penempatan birokrat yang tidak berdasarkan merit system (berdasarkan jenjang karir). Selain itu keterlibatan birokrasi dalam politik dianggap sebagai hal yang harus diwaspadai, karena birokrasi bukanlah institusi atau lembaga yang bisa mewakilkan kepentingan kelompok atau golongan tertentu.

Secara makro atau nasional persoalan birokrasi di Indonesia lebih di dominasi, karena kurangnya pemisahan atau segresi yang jelas antara kepentingan politik dan administrasi. Masih sering dijumpai birokrat terlibat secara aktif dalam kegiatan politik, bisni dan hukum juga adanya politisi yang selalu mendominasi proses – proses birokrasi, sehinggga kebijakan yang diambil dalam birokrasi merupakan kebijakan politik dari orang – orang yang memiliki kepentingan tertentu.

 Persoalan tersebut seperti mengurai benang kusut, karena ke depan bila model birokrasi yang seperti ini terus dijalankan akan dapat memunculkan konflik, tertutama menimbulkan praktik kolusi, korupsi dan nepotisme dalam rekruitmen, penempatan, promosi dan mutasi birokrasi masih sering terjadi. Praktik – praktik yang seperti ini pada kenyataannya sudah menjadi rahasia umum yang pada akhirnya praktik – praktik korupsi dan pengamanan sumber –sumber ekonomi termasuk keuangan Negara dari kelompok yang sedang berkuasa dengan menjalin korporasi menjadi sebuah system yang penuh dengan korupsi, kolusi dan nepotisme.

Ini sebuah realitas bahwa patologi birokrasi di Indonesia sudah sangat parah. Sebab sudah berhubungan dengan kultur budaya di Indonesia, yaitu patron klien, Istilah “patron”  berasal dari ungkapan bahasa Spanyol yang secara etimologis berarti “seseorang yang memiliki kekuasaan (power), status, wewenang dan pengaruh” (Usman, 2004: 132). Sedangkan “klien” berarti “bawahan”  atau orang yang diperintah dan yang disuruh.

Selanjutnya, pola hubungan patron-klien merupakan aliansi dari dua kelompok komunitas atau individu yang tidak sederajat, baik dari segi status, kekuasaan, maupun penghasilan, sehingga menempatkan klien dalam kedudukan yang lebih rendah (inferior), dan patron dalam kedudukan yang lebih tinggi (superior). Model tersebut, dianggap menyuburkan korupsi, kolusi dan nepotisme di Indonesia. Tuntutan merit sistem dalam rekruitmen birokrasi terutama di daerah ternyata sulit dipenuhi karena persoalan primordialisme.

Untuk mengatasi tantangan globalisasi diperlukan perubahan cara kerja baru yang lebih efektif dan efisien, lebih demokratis dan terbuka, lebih rasional dan fleksibel dan lebih terdesentralisasi. Dalam perubahan menejemen tersebut dapat dikelola dengan baik, maka akan dipetik keuntungan yang berupa tumbuhnya banyak prakarsa, aneka ragam kreatifitas dan dorongan partisipasi yang makin besar. Pertumbuhan semacam itu akan mendorong terwujudnya kemandirian yang menjadi ciri utama pembangunan dalam rangka menghadapai kehidupan masa depan.

Untuk itu manajemen harus berorientasi pada tujuan agar lebih efektif dan efisien dengan cara seperti, membangun komunitas kewirausahaan berbasis industri kreatif dengan dukungan Teknologi Infomasi dan Komunikas (TIK), seperti yang dilakukan VISASIA Intrepreneur Community (Visec) telah merumuskan tujuan dan sasran organisasi secara jelas dan rinci untuk sebuah tujuan dan sasaran peningkatan taraf ekonomi dan kesejahteraan rakyat secara luas.

Perubahan tersebut akan dapat terlaksana bilamana didahului oleh perubahan sikap dan perilaku SDM yang akan menjadi pendukung utama perubahan tersebut. Untuk itu diperlukan langkah kegiatan yang berupa mencari nilai–nilai baru, kemudian dimasyarakatkan atau ditraining dan disempurnakan terus menerus, sehingga menjadi kebiasaan kerja dan budaya kerja dan kerja yang orientasinya pencerdasan dan pencerahan bangsa.

Dengan mengedepankan produktivitas budaya kerja adalah sikap mental yang selalu mencari perbaikan atau menyempurnakan apa yang telah dicapai dengan menerapkan formula baru serta yakin akan kemaslahatan umat manusia. Dalam hal ini dapat dilihat kaitan antara kepribadian itu terkandung unsur komunitasnya, keterampilan, minat, karateristik dan nilai–nilai kepribadian yang positif. Sikap itu kemudian menjadi perilaku yang memiliki semangat, optimis, kreatif, disiplin, rajin, jujur, tanggungjawab, dan progresif sehingga hasil kerja akan mencapai kualitas yang profesional.

Komunitas Visasia yang tersebar di seluruh nusantara sebagian besar memiliki Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan dinilai dari unsur sebuah survei, tentang kepemimpinan, perencanaan, pengorganisasian, penentuan prioritas, pendelegasian, pengendalian, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, komunikasi lisan, komunikasi tertulis, keterampilan administrasi, hubungan antar pribadi, pemeliharaan keselamatan, kerumahtanggaan, ketepatan waktu dan kehadiran, menjadi cermin sebuah filosofi “Berbagi dan Berbagi” kepada sesama.

Kesimpulannya, bahwa komunitas kewirausahaan dan hubungannya dengan birokrasi, suatu sistem dan mekanisme  yang berbeda tetapi memiliki kaitan yang sangat signifikan. Artinya, komunitas kewirausahaan adalah sebuah sistem yang terbangun berdasarkan kultur dan kebutuhan ekonomi masyarakat dan harus terus dipelihara, sehingga kesuksesan ditentukan oleh kemampuan seseorang untuk ‘berubah’ dengan naik ke tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.

Sementara birokrasi adalah sistem dan mekanisme pemerintahan dan uraian jabatan dimana menentukan apa yang menjadi ekspektasi dari sebuah kebijakan dan bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat.  Sehingga patologi birokrasi menjadi ‘haram’ hukumnya ketika menjadi ‘benalu’ pada pohon komunitas kewirausahaan.
Peran keduanya sangat penting dan harus saling membutuhkan dan kerjasama, birokrasi sebagai pembuat aturan dan kebijakan harus mampu mengayomi dan melindungi serta mengawasi komintas wirausaha, sedangkan para wirausaha harus mampu menghormati rambu-rambu birokrasi sebagai salah satu dari mata rantai tata aturan perekonomian bangsa, sehingga keduanya ikut mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menghasilkan atau memanfaatkan hasil pajak serta penghasil devisa bagi negara demi kemakmuran bangsa dan negara. Kata kuncinya Patologi (penyakit) birokrasi, budaya, hierarkhis, dan pelayanan publik yang tidak prima harus dibongkar secara keseluruhan dengan meminjam istilah Bapak Joko Widodo, yakni  perlu adanya “Revolusi Mental”.