pai pupu taan tou, haka gahan taan ehan, taan gelekat lewo gewayan tana

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Februari 2017


BTT NEWS., Dialog awal tahun yang diselanggarakan oleh Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Mahasiswa Boleng Tika Timu Flores Timur Makassar / FKPPM BTT FLOTIM MAKASSAR. Pada tanggal 29 January 2017 dengan melibatkan beberapa kerukunan keluarga besar yang berasal dari Adonara.  Yang masing – masing kerukunan keluarga besar itu adalah Kerukunan Keluarga Adonara Makassar, Kerukunan Keluarga Ile Boleng Makassar dan Kerukunan Keluarga Gemohing Tite Hena Makassar. Kegiatan ini bertempat di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) kota Makassar, dengan Tema “Refleksi Rekam Jejak Generasi Bangsa Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lamaholot”.

Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai bentuk refleksi bagi para generasi muda Lamaholot tentang peran budaya dalam kehidupan sehari hari, yang mengingat budaya hari ini mengalami gradasi yang diakibatkan oleh penggaruh zaman kekinian. Sehingga tentang pola sikap, tutur kata bahkan tata krama secara budaya Lamaholot mulai terkikis.

“Sebagai generasi muda yang menyadari akan pentingnya penerapan budaya dalam kehidupan, FKPPM BTT akan menindak lanjuti kegiatan ini dengan beberapa kegiatan susulan, yaitu Pentas Seni Budaya Lamaholot yang rencananya akan di selenggarakan pada bulan Agustus di Flores Timur dan beberapa kegiatan budaya lainnya” tutur Paulus Jawa Rebon sebagai Ketua Umum FKPPM BTT FLOTIM MAKASSAR, pada saat ditemui di lokasi kegiatan.






Penulis : Bocah Gembel

Kamis, 11 Agustus 2016

Foto : Aloysius Lewokeda
BTT News., Sejumlah warga suku tradisional dari Kecamatan Alor Tengah Utara melakukan parade budaya dalam rangkaian Expo Alor ke-10 di Kabupaten Alor, NTT, Selasa (9/8). Expo Alor yang berlangsung 9-14 Agustus 2016 menghadirkan berbagai peserta dengan kebudayaannya masing-masing dari berbagai daerah di NTT dalam rangka memeriahkan Sail Indonesia.

sumber : 
http://amp.antarafoto.com/

Sabtu, 06 Agustus 2016

BTT NEWS,- Gubernur dan istri Lusia Adinda Lebu Raya bersama pengurus Flobamora Bali. Foto: Balinewsnetwork/rahman sabon nama.
Denpasar/Balinewsnetwork-Pro kontra pembangunan jembatan Pancasila atau Jembatan Palmerah yang menghubungkan Pantai Palo (Larantuka) ke Tanah Merah (Adonara) akhirnya terjawab. Gubernur NTT Frans Lebu Raya memastikan, pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Flores dan Pulau Adonara itu akan dimulai pada 13 Desember 2016.
“Tanggal 13 Desember tahun ini mulai ground breaking (memulai pembangunan-red),” kata Gubernur Frans Lebu Raya dalam pembicaraan dengan pengurus Flobamora Bali di rumah kediamannya, Renon, Denpasar, Jumat (08/07/2016) malam.
Gubernur Frans Lebu Raya juga memastikan, pembangunan jembatan Palmerah itu juga satu paket dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga arus laut Gonsalu (dibawa kolong jembatan tersbut), yang berkapasitas 300 M. Dengan sumber energy listrik baru sebesar 300 MW, mampu melebihi kebutuhan listrik untuk seluruh Flores, Adonara dan Lembata.
“Padahal kebutuhan energy listrik untuk seluruh Flores hingga tahun 2025 hanya 92 MW, jadi pembangkit listrik tenaga arus laut di Flores Timur ini bisa untuk kebutuhan listrik seluruh masyarakat NTT,” kata Frans Lebu Raya.
Gubernur NTT menyebut, awalnya anggaran pembangunan jembatan Palmerah senilai Rp 5,1 triliun, dengan kontruksi tinggi jembatan 40 M di atas permukaan laut. Tujuannya, kata gubernur, untuk memberi ruang bagi kapal besar, terutama kapal Pelni bisa melintas dan sandar di pelabuhan laut Larantuka.
“Karena anggaran sangat besar, Rp 5,1 triliun, saya minta itu dirubah. Tinggi jembatan jangan terlalu tinggi, yang penting bisa untuk akses pelayaran rakyat. Akhirnya anggaran dikurangi,” terang Gubernur Frans Lebu Raya.
Lalu, masalahnya bagaimana dengan nasib pelabuhan laut Larantuka yang selama ini menjadi pelabuhan utama kapal Pelni?
“Pelabuhan untuk kapal Pelni akan kita pindahkan ke Sagu di kecamatan Adonara di pantai utara. Dengan demikian ekonomi di Sagu juga berkembang,” kata Gubernur Frans Lebu Raya.
Seperti diketahui, pada 22 April 2016 di Belanda, Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan konsorsium investor Belanda disaksikan Presiden Jokowi telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk pembangunan jembatan Palmerah dan pembangkit listrik tenaga arus laut di Selat Gonsalu. Investasi itu senilai USD 400 juta. (rsn)

Jumat, 01 Juli 2016

Pantai watotena - Flores Timur (foto by fhyno bocah gembel)
BTTNews: Nusa Tenggara Timur (NTT) berharap terpilih sebagai pemenangan Anugrah Pesona Indonesia (API) 2016. Karena itu, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT mengajak semua elemen masyarakat, terutama warga NTT agar melakukan vote terhadap potensi pariwisata di NTT.

“Hasil seleksi tahap pertama dari ajang promosi pariwisata tersebut melibatkan semua provinsi di Indonesia, NTT mendapatkan enam kategori potensi wisata yang dinilai bisa memiliki brand nasional,” kata Kepala Disparekraf Marius Ardu Jelamu kepada wartawan dalam konferensi pers di Kupang, Kamis (30/6/2016).
Enam kategori itu yakni objek wisata terpopuler Pantai Sili Watu di Sumba Barat, situs sejarah terpopuler Rumah Pengasingan Soekarno di Ende, tempat menyelam terpopuler di Pulau Alor, tempat berselancar terpopuler Pantai Nemberala di Pulau Rote, atraksi budaya terpopuler Pasola di Sumba, dan daratan tinggi terpopuler Gunung Kelimutu di Ende.
“Enam kategori potensi pariwisata NTT itu terpilih untuk menuju ke babak selanjutnya sehingga kami mengajak semua masyarakat NTT untuk ikut vote dan target kita tiga kategori menempati urutan pertama, kedua, dan ketiga,” katanya.
Menurut dia, peran masyarakat baik yang berada di NTT maupun di luar sangat diperlukan untuk melakukan vote karena jika bisa mencapai final maka potensi pariwisata tersebut akan memiliki brand secara nasional.
Dengan demikian, tambahnya, kepariwisataan di NTT semakin menarik perhatian wisatawan, baik dalam dan luar negeri untuk berkunjung ke daerah berbasis kepulauan ini. “Jika sudah ada brand yang terkenal secara nasional maupun internasional maka orang-orang dari luar mulai berdatangan sehingga bisa meningkatakan perekonomian masyarakat NTT,” katanya.

Di sela-sela konferensi pers tersebut, Marius Ardu Jelamu melakukan simulasi petunjuk teknis untuk melakukan vote secara online. Pertama, jelasnya, ketik link https://ayojalanjalan.com/vote/.
Setelah masuk ke laman, voters menentukan salah satu pilihan dari kategori-kategori yang disebutkan. “Kita klik ‘Tempat Menyelam Terpopuler’ maka akan muncul berbagai pilihan berbagai tempat menyelam terpopuler di Indonesia dengan mengkilk ‘Pulau Alor’,” katanya seperti dilansir laman Antara.
Selanjutnya, silakan masukan alamat email Anda kemudian klik ‘VOTE’ pada bagian itu dan Anda bisa melihat notofikasi di akun email. “Satu akun email satu kali vote sehingga semakin banyak kita ambil bagian untuk vote maka hasilnya lebih baik dan kita berharap semua kategori potensi pariwisata NTT bisa terpilih,” kata Marius.
Marius Ardu Jelamu mengatakan pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah daerah termasuk untuk bidang swasta seperti perhotelan, restauran, dan berbagai tempat fasilitas umum untuk sosialisasi. “Setelah lebaran kami akan sosialisasi untuk vote ke sekolah-sekolah termasuk perguruan tinggi. Vote juga bisa dilakukan secara langsung menggunakan ponsel genggam yang terkoneksi internet,” katanya. (*/NDY)

Rabu, 15 Juni 2016

BTT NEWS.., Pianis cilik asal Indonesia yang mendunia ternyata tidak hanya Joey Alexander. Ada satu pianis cilik lain yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Dia bernama Canho, seorang pianis berumur 11 tahun yang akan tampil dalam festival musik tingkat dunia, World Championship of Performing Arts (WCOPA) di California, Amerika Serikat. Canho akan bersaing dengan 54 pianis muda lainnya dari berbagai negara. 
Seperti dilansir Liputan6.com anak bangsa asal Ende bernama lengkap Yohanes de Capsetrano Jambru Pasirua itu bakal berkompetisi instrumen untuk tingkat remaja. Dirinya bakal menampilkan kemahirannya bermain piano pada 6-17 Juli 2016 mendatang dengan lima jenis musik yakni tradisional, revolutionary, jazz, kontemporer dan klasik. 
Perjuangan Canho nanti diperkirakan tidaklah mudah, sebab bocah kelahiran November 2004 tersebut akan bersaing dengan pianis lainnya dari negara-negara yang memang memiliki budaya bermain musik piano. Seperti Amerika, ataupun negara-negara Eropa. Itulah mengapa jelang keberangkatan, Canho terus melakukan latihan piano yang intensif.
"Jalan satu-satunya ia berlatih setiap hari, jika dulu berlatih tiga jam setiap hari kini jadi 5-6 jam per hari. Jadi sesudah pulang sekolah, ia istirahat kemudian latihan. Nanti pada malamnya ia belajar pelajaran sekolah," tutur ayah Canho, Kristoforus Jambru, Minggu (15/5/2016).
Selain itu, Canho pun sudah melakukan konser uji coba tampil memainkan lagu yang nanti akan dipertunjukannya di Amerika Serikat. Canho pun tak sabar untuk tampil dalam ajang perlombaan pertamanya yang langsung bertaraf internasional.
Seperti dikutip dari Koepang.com, bahwa tanda-tanda kemahiran Canho telah diperhatikan sang ayah sejak lama. Selepas tinggal di Kupang dan kembali ke Ende sang ayah terus menumbuhkan semangat bermain musik pada anaknya. Di sela-sela kesibukannya sebagai pegawai Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten, Sang Ayah membuka lembaga kursus musik bernama Affrettando Music Course.
Bocah yang kini duduk di kelas 5 SD Katolik Santa Ursula Ende itu belajar musik secara profesional melalui lembaga kursus ketika menginjak usia 3 tahun (November 2007). Sejak menjadi siswa di Affrettando Music Course, Canho telah mengikuti berbagai ajang konser yang diselenggarakan di Ende dan Maumere. Bahkan kini tidak kurang dari 30 lagu piano klasik dengan masing-masing lagu berdurasi 12 menit berhasil dia mainkan dengan baik.
“Saat ia masih tiga tahun dia memiliki rasa tertarik terhadap musik. Saat itu ia hanya bermain piano dengan santai. Namun saat sudah berusia lima tahun lagu-lagu yang diajari itu dari lagu dasar buku latihan piano, lagunya dalam kurikulum Amerika,” tutur Kris
Kris mengaku, bahwa Canho cukup gelisah menjelang keberangkatan. Sebab anaknya tersebut sudah tidak sabar untuk berangkat ke Long Beach, California.
Semoga sukses ya Canho


Senin, 06 Juni 2016

UPACARA PEMBUKAAN pengalungan selendang Lamaholot
BTT NEWS - Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Mahasiswa Boleng Tika Timu (FKPPM-BTT) Flores Timur mengadakan pentas seni di Gedung PKK Kota Makassar, Jl Anggrek, Makassar, Minggu (5/6/2016).
Acara yang mengangkat tema "Revitalisasi kultur kearifan lokal sebagai upaya pembagunan moral bangsa", ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal, Budayawan Sulsel Prof Ihsan Ngeljeratan, dan perwakilan Polda Sulselbar.
Ketua Umum FKPPM-BTT Fitria Dahlan mengatakan dilaksanakannya kegiatan ini untuk mempertahankan budaya-budaya lokal yang kian hari nampak pudar oleh budaya-budaya asing.
Ia mengungkapkan kegiatan ini merupakan langkah awal, dari FKPPM BTT mempertahankan nilai - nilai budaya lokal.
Tari Perang dari Flores Timur
Pentas Seni ini diselenggarakan, atas kerjasama dengan perwakilan komunitas budaya Makassar, Toraja, Bugis, dan Mandar.
Berbagai budaya disuguhkan dalam pentas seni ini, diantaranya tarian NTT dan Toraja, Teatrikal, musikalilsasi Puisi, dan nyanyian daerah mulai dari lagu NTT, Bugis, Makassar.
"Dengan kolaborasi ini kami yakin, budaya lokal akan tetap berjaya dimasa yang akan datang," ujar Fitria.
Fitria menambahkan, alasan sehingga melibatkan komunitas Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar sebagai penghormatan kepada warga lokal Makassar, selaku tuan rumah.
"Ini bentuk penghargaan kami," ujarnya.
Wakil Wali Kota Makassar
Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal saat mengataka apresiasinya atas kegiatan pentas seni yang digelar.
Menurutnya hal ini menambah kekayaan budaya di kota Makassar.
Ia menuturkan Makassar dapat tumbuh dan berkembang karena banyaknya suku yang masuk dan tinggal di Makassar.
"Identitas semua suku sudah sama jika telah tinggal di Kota Makassar, Tidak ada lagi perbedaan suku, ras dan agama," katanya.
Budayawan SUL-SEL
Kegiatan tersebut di gelar oleh Organisasi daerah asal NTT yang bernama Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Mahasiswa Boleng Tika Timu (FKPPM-BTT) dengan mengambil tema "Revitalisasi Kultur Kearifan Lokal Sebagai Upaya Pembagunan Moral Bangsa".

Nampak hadir, budayawan Sulsel, Prof. Ishak Ngeljaratan yang juga memberikan apresiasi atas tergelarnya pentas seni sebagai wadah pembangunan moral bangsa. 

Minggu, 22 Mei 2016


BTT News – Pentas Seni Budaya Nusa Tenggara Timur yang akan berlangsung 05 Juni 2016 di Makassar itu bertujuan untuk tetap mempererat persatuan diantara semua mahasiswa asal NTT itu sendiri dan sebagai bentuk revitalisasi kultur kearifan lokal untuk bisa mempertahankan eksistensi seni dan budaya lokal.

Karena itu jauh hari sebelumnya sudah diagendakan dengan baik antara pengurus harian FKPPM BTT Flores Timur Makassar,  semua organisasi daerah asal NTT, beberapa suku besar di sulawesi selatan (Makassar-Gowa, Toraja dan Mandar) dengan Pemerintah Kota Makassar memberikan dukungan penuh untuk kegiatan tersebut.

Acara yang dirancang dalam Pentas Seni Budaya NTT itu adalah pentas tarian daerah dan teater yang rencananya akan dibuka langsung oleh Wali Kota Makassar

Semua peserta memakai pakaian khas daerah masing-masing sambil memperagakan budaya dan seni masing-masing daerah.

Keragaman seni dan budaya masyarakat NTT dan Sul-Sel  itu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga setempat dan wisatawan nusantara dan mancanegara.

Karena itu, suksesnya kegiatan festival ini sangat bergantung dari partisipasi seluruh organda asal NTT dan beberapa komunitas seni dari Sul-Sel dalam memperkenalkan berbagai bentuk seni dan budaya, termasuk menunjukan hasil karya kreatif dari masyarakat kedua provinsi ini.

Ini momentum bagi seluruh masyarakat NTT dan Sulawesi Selatan untuk menggali dan bersama-sama memperkenalkan potensi wisatanya baik alam maupun budayanya sebagai sebuah kekayaan yang dapat memberi nilai manfaat bagi kehidupan masyarakat..
(Si bocah gembel)

Rabu, 20 Januari 2016

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTT, Ir. Andre W. Koreh, MT.
BTT News – Sejak lama arus laut Selat Gonsalu dikenal sebagai selat “pencabut nyawa.” Pasalnya, arus keras dan deras di selat sempit antara Larantuka dan Adonara Barat ini telah menyedot banyak korban jiwa dan kapal. Bisa dikatakan, arus Gonsalu sangat angker karena identik dengan maut dan kematian. Suara tangisan manusia sering terdengar di tengah malam ketika melewati arus di Selat Gonsalu.
Kematian demi kematian dan kecelakaan demi kecelakaan sangat sering terjadi ketika melewati arus selat Gonsalu. Bila salah mengemudikan kapal, maka harapan untuk hidup sangat tipis bahkan lenyap dicabut garangnya arus Gonsalu. Apalagi pada musim hujan angin dan badai, arus Gonsalu makin garang dan liar. Meski demikian, tidak semua warga atau nelayan yang melewati wilayah arus Gonsalu menjadi korban. Semua itu, sangat tergantung dari kepiawaian juru mudi kapal dalam menentukan arah kapalnya.
Di balik kegarangan arus ganas Gonsalu, berbagai penelitian telah dilakukan agar menjadikan arus tersebut sebagai pembangkit tenaga listrik guna memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Dari hasil penelitian dan kajian, ternyata arus Gonsalu mempunyai potensi besar menjadi pembangkit energi listrik terbarukan. Potensi maha besar yang murah tersebut tidak akan pernah habis.
Seperti dilansir Kompas.com, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unit Surabaya pernah melakukan kajian untuk menghasilkan energi listrik. Upaya ini untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi warga Larantuka dan sekitarnya dan masyarakat Pulau Adonara.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi Flores Timur, Petrus Pemang Liku,Jumad (15/10/2010), di Larantuka, mengatakan, uji coba pertama kali dilakukan pada bulan Juni 2010 dan berhasil. Namun potensi arus laut sangat besar sehingga bulan November 2010 kembali dilakukan uji coba kedua.
Ia memperkirakan potensi arus laut di Selat Gonsalu dapat menghasilkan energi listrik untuk kebutuhan listrik bagi masyarakat Adonara, Flores Timur daratan, dan kemungkinan juga untuk masyarakat Pulau Solor. Proyek ini ditangani BPPT Unit Surabaya dan didukung Pemda Flores Timur melalui dana APBD Tahun 2010.
Pemkab Flotim telah mengalokasikan dana Rp 50 juta dan tahun anggaran 2011 telah dianggarkan tambahan dana sebesar Rp 119 juta. Masyarakat Flotim punya kepentingan sangat besar terhadap potensi arus laut itu. Pemda Flotim, kata dia, sedang melakukan negosiasi ke pusat guna mendapat dukungan terhadap upaya ini. Tetapi jika usaha ini sukses maka proses pengelolaan listrik tetap bekerja sama dengan PT PLN setempat.
Nah, di tengah-tengah ketidakpastian kelanjutan proyek ini, tim investor dari Belanda, Erik Van Den Eijiden dari perusahan Tridal Bridge dan Marnix Muller dari Perusahan Maritim Bussenis Consultan, serta Colsultan Enginering, Latif gau datang ke Kupang. Kedatangan ketiga orang pakar dan sekaligus investor ini disabut baik gembira oleh Gubernur Frans Lebu Raya dan jajarannya, karena mereka mau menginvestasikan uangnya untuk membangun jembatan arus laut yang lengkap dengan Turbin Pembangkit Energi Listrik.
Melalui Consultan Enginering, Latif Gau, mereka menjelaskan bahwa arus selat Gonsalu bukan hanya mampu membangkitkan 10-20 MW tapi mampu membangkitkan energi listrik sampai 100MW, dan mampu melayani kebutuhan listrik seluruh warga Flores. Mereka juga siap menggelontorkan dana investasi sebesar Rp2,5 triliun untuk membangun jembatan arus laut yang dibawahnya dipasang turbin pembangkit energi listrik. Antara jembatan arus laut dan turbin adalah satu paket tidak bisa dipisahkan.
Kabar gembira ini ibarat hujan di siang bolong. Di tengah – tengah pemadaman listrik hampir setiap jam di NTT, kedatangan tim dari Belanda ini seolah membawa berkat kelistrikan kepada seluruh rakyat NTT (Flores khususnya) yang sedang mengalami bencana kegelapan.
Untuk diketahui, saat ini kebutuhan listrik di NTT makin tinggi seiring geliat pembangunan infrastruktur, bisnis
dan meledaknya jumlah penduduk. Hingga saat ini Pemerintah NTT melalui PT. PLN Wilayah NTT, baru mampu memenuhi 60 persen pasokan listrik, sementara itu sebanyak 40 persen warga belum menikmati listrik. Hal ini disampaikan anggota DPRD NTT Fraksi PDIP, David Wadu yang diakui General Manejer PT.PLN NTT, Ricard Safkaur, dalam dialog dengan RRI Kupang, belum lama ini.

Permasalahan demi permasalahan selalu muncul terkait dengan pelayanan listrik PT. PLN dengan seluruh cabang-cabangnya di seluruh wilayah NTT. Hampir setiap hari, setiap minggu dan setiap bulan, keluhan pemadaman bergigilir hingga pemasangan jaringan baru selalu menjadi problema tersendiri yang belum sepenuhnya terpecahkan. PLN terus berjuang, namun apalah daya kapasitas/ daya mesin pembangkit listrik milik PLN masih menjadi salah satu masalah utama. Selain itu, adanya peningkatan biaya produksi pelayanan karena naiknya BBM menjadi penghambat pelayanan listrik pada konsumen.
Di tengah-tengah kebutuhan listrik warga yang makin melonjak ini, pemanfaatan energi terbarukan seperti energi bendungan, waduk dan gelombang laut menjadi wacana yang patut didiskusikan dan mulai dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan listrik warga. Pasalnya, Provinsi NTT memiliki potensi energi listrik gelombang laut yang sangat besar, di antaranya selat arus Gonsalu yang terletak di Kota Larantuka dan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur dan Perairan Laut Sawu yang terkenal keras gelombangnya.
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT, Ir. Andre W. Koreh, MT, Selat Gonsalu sangat deras dan keras memiliki potensi besar untuk dikelola menjadi pembangkit energi listrik. “Bila dibangun pembangkit listriknya maka arus listrik tersebut bukan hanya melayani masyarakat Larantuka dan Adonara, tetapi bisa melayani juga kabupaten lainnya di daratan Flores,” terang Andre dalam diskusi tentang Pembangunan Jembatan Palou-Tanah Merah (Palmerah), belum lama ini di Kupang.
Dikatakannya, sudah saatnya pemerintah membuat terobosan-terobosan baru di bidang konstruksi, seperti Pembangunan Jembatan Palmerah yang menghubungkan Pulau Adonara dan Pulau Flores. Dengan membangun jembatan ini, menurut dia, akan mempermudah pembangunan jaringan listrik ke wilayah-wilayah sekitar maupun ke daratan Flores lainnya.
“Jika jembatan dibangun dan kemudian pembangkit listrik arus laut Selat Gonsalu juga dibangun, maka akan ada hubungan yang saling mendukung, arus lalu lintas dan jaringan listrik bisa berjalan bersama-sama. Oleh karena itu, kita terus berharap agar ada dukungan kerja sama dari pemerintah pusat melalui instansi-instansi terkait dalam memanfaatkan arus Selat Gonsalu menjadi arus listrik demi pemenuhan kebutuhan warga. Kedatangan para investor ini membawa angin segar bagi seluruh rakyat NTT dan Flores khususnya,” ungkapnya.
Keuntungan Bangun Palmerah dan Turbin Listrik
Consultan Engenering Abyor Europe BU, Latif Gau, yang datang dari Belanda bersama Erick dan Muller, memberikan gambaran terang benderang tentang keuntungan dari membangun Palmerah dan Turbin Pembangkit Listrik.
Dikatakannya, rencana pembangunan Jembatan Palmerah sebesar Rp. 5,1 Triliun itu terlalu mahal. Jika membangun Jembatan Palmerah plus pembangunan energi terbarukan berupa pembangkit listrik tenaga air laut di selat Gonzala tersebut hanya cukup dengan dana Rp2,5 Triliun yang masih bisa turun. “Bila kami yang dipercayakan, maka kami akan mulai membangun jembatan tersebut dengan total dana yang dibutuhkan hanya 63% dari total rencana Rp. 5,1 Triliun. Ini keuntungan pertama,” terang dia.
Keuntungan kedua, lanjut dia, total income hanya 13. 250.000 dollar, keuntungan ketiga, membangun jembatan dengan manfaat ganda akan bekerja sama dengan pemerintah lokal. Jika dibolehkan maka pembangunannya hanya memakan waktu selama 18 bulan. Ini berarti kalau jadi pada 17 juli 2016, maka 2017 sudah selesai.
Sedangkan keuntungan keempat, tambah dia, program ini juga didengungkan oleh Presiden Jokowi untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Jembatan jadi tenaga listrik bisa jadi. Benefit bisa didapat dari jembatan ini. Jadi pembangunan tidak akan sia-sia. Sementara itu, keuntungan kelima, yaitu pembangunan jembatan itu tidak membutuhkan biaya dari APBN maupun APBD,hanya ijin saja dari pemerintah. (Mk/sf)

Rabu, 06 Mei 2015

Selamat malam rekan-rekan guru dan PNS setanah air indonesia, salam hangat dan sejahtera untuk kita semua. Pada kesempatan kali ini PIlah Berita hadir dengan berita tentang kenaikan Gaji PNS dan gaji ke 13 PNS. Simak selengkapnya dibawah ini.....


Berita menggembirakan bagi para Pegawai Negeri Sipil menjelang pertengahan tahun 2015 ini. Seperti kabar yang beredar sebelumnya, kemungkinankenaikan gaji PNS 2015 semakin kuat. Selain gaji PNS naik, tak kalah menggembirakan adalah Gaji ke-13 akan dibayarkan pada bulan Juni 2015.

Mengapa gaji PNS harus naik? Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah akan kesejahteraan para aparatur negara, dengan cara memberikan kenaikan gaji agar bisa mengimbangi kenaikan harga barang kebutuhan  karena adanya inflasi.

Menpan dan RB,  Yuddy Chrisnandi menyatakan gaji PNS akan ada kenaikan pada tahun depan (2015). Dan kenaikan gaji ini akan disesuaikan dengan laju inflasi yang terjadi pada tahun 2015 ini, sehingga daya beli masyarakat khususnya PNS tetap terjaga.

Selain gaji PNS naik ditahun 2015 ini, Menpan juga  menyatakan bahwa PNS tetap akan menerima gaji ke-13pada pertengahan tahun 2015, diperkirakan bulan Juni 2015. Gaji ke-13 tetap diberikan bagi PNS sebagai bentuk bantuan untuk biaya pendidikan anak menjelang tahun ajaran baru 2015/2016.

Dikabarkan sebelumnya, anggaran untuk gaji PNS dianggap terlalu besar. Padahal, gaji PNS menjadi besar karena adanya beberapa tunjangan, misalnya tunjangan kinerja yang penilainnya berdasarkan capaian yang diperoleh oleh PNS dan instansinya.

Alasan mengapa gaji ke-13 PNS tetap dibayarkan.

Banyak orang bertanya mengapa ada gaji ke-13, padahal hanay ada 12 bulan saja. Lalu bagaimana penghitungannya? Jika diperhitungkan memang benar adanya mengenai gaji ke-13 ini. Misal gaji kita Rp 2.000.000, secara otomatis  dalam setahun kita akan menerima penghasilan Rp 24.000.000 karena setahun ada 12 bulan dan setiap bulannya kita mendapat gaji.

Tetapi, jika penghitungannya  per minggu dari jumlah gaji kita Rp 2.000.000,  maka tiap minggu kita akan mendapatkan penghasilan sebesar Rp 500.000, maka jumlah penghasilan per tahun adalah 26 juta, karena Rp 500.000 x 52 minggu. Dalam satu tahun ada 52 minggu. Dan selisih per minggu itulah yang disebutgaji ke-13.

belakangan ini sering beredar berita bahwa  gaji 13 dan tunjangan anak istri akan dihapuskan. Sumber resmi dari berita ini memang belum jelas, akan tetapi bila kita mengacu pada APBN 2015 yang diajukan oleh mantan Presiden SBY dan disahkan DPR pada Oktober tahun lalu, dalam nota keuangan APBN 2015 itu ada alokasi anggaran sebesar Rp 647,3 triliun.

Anggaran sejumlah itu telah menampung kebutuhan biaya operasional antara lain belanja pegawai yang diantaranya terdiri atas pembayaran gajitunjangan yang melekat dengan gaji, termasuk juga gaji ke-13.

Sama juga bila kita mengacu  Nota keuangan APBN-P yang diajukan oleh Presiden Jokowi beberapa waktu yang lalu. Dalam Nota Keuangan yang telah menddapat persetujuan DPR itu tidak ada penurunan angka, justru terdapat kenaikan anggaran menjadi Rp779,5 triliun, naik sekitar 20,4 %. Jadi jika  mengacu pada 2 hal tersebut, maka tidak ada perubahan kebijakan mengenai gaji ke 13. Kemungkinan besar gaji ke-13 akan tetap diberikan. Dan biasanya pembayaran gaji ke-13 pada bulan Juni seperti tahun-tahun sebelumnya.

(dilansir dari situs: dream.co.idGaji ke-13)

Demikian berita dan informasi yang dapat PILAH BERITA bagikan kali ini. Semoga selalu bermanfaat bagi Bapak dan Ibu semua. wassalam..... :)

FKPPM - BTT FLOTIM MAKASSAR., Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai rencana Australia menggunakan nama dua narapidana narkoba tereksekusi mati, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, menjadi nama beasiswa untuk anak-anak Indonesia, merupakan hal yang kurang pantas.

Pasalnya, duo Bali Nine tersebut dieksekusi mati setelah melakukan tindak kejahatan berat.

"Saya kira karena yang dihukum mati itu termasuk kejahatan, ya tentu kurang pantas orang yang melaksanakan kejahatan di Indonesia diberi nama untuk beasiswa itu," tutur JK di kantornya, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (4/5).

JK menegaskan, apabila dua nama tersebut adalah orang-orang terhormat, maka kebijakan Australia menjadikan nama kedua sebagai nama beasiswa adalah hal yang wajar.

"Kalau orang-orangnya terhormat, katakanlah ilmuwan atau pahlawan Australia pasti Indonesia setuju. Tapi kalau nama kriminal menjadi beasiswa itu kurang pantas untuk itu," tegas JK.

Sebelumnya, sebuah kampus di Australia akan mengabadikan nama duo Bali Nine yang telah dieksekusi mati atas kasus narkotika di Indonesia sebagai nama beasiswa. Menanggapi langkah kampus tersebut, Perdana Menteri Tony Abbott mengernyitkan dahi.

Diberitakan The Age, Jumat (1/5), Kampus tersebut adalah Australian Catholic University yang akan menggunakan nama Andrew Chan dan Myuran Sukumaran sebagai nama beasiswa bagi mahasiswa asal Indonesia.

Beasiswa itu berupa gratis studi selama empat tahun dan diberikan pada pelajar Indonesia yang memenangkan kompetisi esai dengan tema menentang hukuman mati berjudul 'kesucian kehidupan manusia'.

Menurut wakil rektor kampus tersebut, Professor Greg Craven, nama kedua terpidana mati Bali Nine itu sangat tepat sebagai bentuk penghargaan terhadap 'perubahan diri, keberanian dan martabat', Chan dan Sukumaran.

"Sebagai bentuk simbolis, tulisan pelajar Indonesia ini akan berkontribusi terhadap penghapusan hukuman mati di Indonesia," ujar Craven dalam pernyataannya.

Chan dan Sukumaran adalah dua dari delapan tereksekusi mati yang menemui ajal di hadapan regu tembak Rabu lalu. Sebelum menghadapi ajal, Chan dan Sukumaran mengatakan ingin agar nama mereka dijadikan simbol terhadap penghapusan hukuman mati di dunia.

Publik Australia terbagi dua, antara yang mendukung dan menentang Indonesia. Mereka yang menentang mengatakan bahwa Chan dan Sukumaran telah berubah menjadi lebih baik dan berhak mendapat kesempatan kedua. Sementara yang mendukung eksekusi mengatakan, itu adalah hak Indonesia sebagai negara yang menegakkan hukum.

Abbott sendiri salah satu yang menentang hukuman mati terhadap dua warganya, dengan mengatakan bahwa eksekusi akan berdampak terhadap hubungan bilateral Australia-Indonesia. Kendati demikian, jika nama Chan dan Sukumaran disanjung sedemikian rupa, bahkan dijadikan nama beasiswa, Abbott agak mengernyitkan dahi.

Dalam wawancara dengan radio 2GB Australia, Abbott walau menolak eksekusi namun dia mengakui bahwa Chan dan Sukumaran adalah pelaku pengedaran narkoba, sebuah kejahatan dan tindakan yang buruk. Karena itu dia heran, mengapa ada universitas ternama yang memegang nilai-nilai terpuji malah justru menjadikan keduanya sebagai panutan.

"Beasiswa ini memberikan pesan yang tidak biasa. Jika boleh saya bilang, adalah hal yang aneh dilakukan sebuah universitas, terutama institusi yang seharusnya mendukung nilai-nilai terbaik," kata Abbott.
sumber : Merdeka.com
FKPPM-BTT FLOTIM MAKASSAR., LARANTUKA -Sekretaris Camat (Sekcam) Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Hermanus Kedang (43) 'diadili' selama tiga jam sejak pukul 13.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita oleh forum paripurna DPRD Flotim, Selasa (28/4/2015) siang.
Hermanus 'diadili' karena dianggap melecehkan lembaga DPRD dengan memberikan label 3B yaitu Bodoh, Bebal, Babi kepada dua anggota DPRD Flores Timur ketika sedang bertugas melakukan uji petik lapangan LKPj Bupati Flotim di Kecamatan Ile Bura, Kamis (16/4/2015) lalu.
Forum klarifikasi sekaligus 'pengadilan' bagi Sekcam Ile Bura berlangsung panas. Pasalnya, agenda khusus klarifikasi atas pernyataan sekcam itu awalnya hanya dihadiri Asisten I Sekab Flotim, Abd Razak Jakra dan Camat Ile Bura, Valentinus Bura. Mayoritas anggota DPRD Kabupaten Flotim mendesak pemerintah segera menghadirkan Sekcam Ile Bura karena klarifikasi tanpa menghadirkan sekcam sebagai pelaku, sia-sia dan merupakan pelecehan tahap kedua pemerintah terhadap lembaga DPRD Kabupaten Flotim.
"Dua anggota DPRD yang menjadi korban penghinaan Sekcam Ile Bura saat keduanya bertugas dan dikatai 'bodoh, bebal, babi' merupakan pelecehan terhadap lembaga. Karena itu, pak sekcam harus dihadirkan. Kami rindu kehadiran sekcam di hadapan kami yang bodoh, bebal ini. Kami ingin mengetahui tingkat kecerdasannya," ujar anggota DPRD Flotim, Mikael Honi Kolin.
Ibarat gayung bersambut, anggota DPRD lainnya menuntut hal yang sama. Walau Asisten I mengatasnamakan Bupati Flotim meminta maaf, namun forum terus menuntut kehadiran sekcam. Jika sekcam tidak hadir maka akan menjadi preseden buruk bagi aparat birokrasi lainnya untuk merendahkan lembaga DPRD Kabupaten Flotim.
Atas desakan itu, akhirnya sidang lanjutan klarifikasi terhadap Sekcam Ile Bura yang baru dimulai sekitar pukul 13.00 Wita, itu terpaksa diskorsing menunggu kehadiran sekcam. Dan, sekitar 30 menit kemudian, sekcam hadir dan sidang dilanjutkan pada pukul 13.30 Wita.
Sidang yang berlangsung 'panas' itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Flotim, Antonius Hubertus G Hadjon dan didampingi Ketua DPRD Flotim, Yoseph Sani Bethan di Balai Gelekat Lewotana, Selasa (27/4/2015).

Setelah sekcam hadir, sidang dilanjutkan dan Anton Hadjon mencabut skorsing. Ia memberikan kesempatan kepada sekcam Ile Bura melalui Asisten I untuk mengulang kembali perkataan dan perbuatannya saat kejadian di Desa Ile Bura itu.
Namun, Sekcam Ile Bura hanya menjawab, apa yang telah dilakukan dan disampaikannya di Ile Bura saat kedua anggota DPRD, Polikarpus K Blolo dan Sahar Libu Paty tidak diketahuinya dan diingat lagi.
"Saya minta maaf, terus terang saya katakan sampai hari ini saya tidak tahu apa yang saya sampaikan hari itu. Kalau betul saya mengatakan itu, saya sampaikan permohonan maaf yang setinggi tingginya, karena waktu itu saya mabuk habis minum tuak putih (arak,Red)," katanya.
Menurutnya, Kamis (16/4/2015), setelah menghadiri sebuah kegiatan, dirinya sempat makan ikan bakar dan minum tuak putih. Setelah itu, ia pergi ke rumah ketua BPD Riangbunga, Agus Hokeng yang juga masih memiliki hubungan keluarga dengannya. Di tempat itulah dua anggota DPRD Flores Timur bersama Camat Ile Bura sedang melakukan wawancara kepada penerima program Gerbang Emas.
"Saya sering keluar masuk rumah itu. Kami juga masih memiliki hubungan keluarga," katanya menjawab pertanyaan anggota DPRD Flotim terkait kapasitasnya ketika hadir di rumah ketua BPD Riangbunga.
Yos Paron Kabon membantah penjelasan sekcam tersebut. Ia menyebut, semua dalil yang dikatakan sekcam tidak benar. Ia menduga, sekcam mengeluarkan kata- kata kasarnya dan menghina lembaga DPRD dalam kondisi sadar.
"Tidak bisa dibenarkan dalil bahwa sekcam tidak tahu. Untung saja kedua teman kami cuma dikata-katai. Kalau mereka dibunuh apakah dibenarkan bahwa dia sedang tidak sadar. Saya kira ketika itu pak sekcam sadar karena di akhir pertemuan itu pak sekcam sempat minta maaf dan mengatakan bahwa dia siap dipindahkan ke mana saja," katanya.

Polikarpus Blolon yang menjadi korban juga membantah dalil sekcam. Menurutnya, ketika itu sekcam menyampaikan banyak hal. Mulanya sekcam mempertanyakan surat tugas kedua anggota DPRD tersebut. Ia lalu menyebut, kedatangan keduanya hanya membuang anggaran.
Sesuai kronologis yang diceritakan Blolon, pelecehan tidak saja dilakukan di rumah ketua BPD. Ketika meninjau lokasi embung-embung, sekcam tersebut mengeluarkan kata- kata tidak senonoh. Selain mengatai DPRD, ia juga menyebut pemerintah bodoh. Menurut Poli, sekcam menyebut sebagai orang asli Ile Bura, ia mencap proyek pemerintah di wilayah kecamatannya, yakni embung-embung dan jembatan tambatan perahu hanya membuang anggaran. Pasalnya embung retak- retak dan tidak dapat menampung air.
Anton Gege Hadjon memberi kesempatan kepada sekcam untuk membuktikan permintaan maafnya dalam empat hari. Ia berharap peristiwa itu jadi pelajaran bagi semua PNS di Flores Timur untuk menghormati sistem pemerintahan dan kemitraan antara lembaga DPR dan pemerintah.