pai pupu taan tou, haka gahan taan ehan, taan gelekat lewo gewayan tana

Rabu, 15 Juni 2016

BTT Artikel... Sekitar 12 tahun lalu tepatnya pada tahun 2004, dunia dihebohkan dengan ditemukannya fosil tengkorak manusia purba di Pulau Flores, tepatnya di Liang Boa. Temuan ini dinilai sangat unik karena temuan fosil manusia ini berbeda dengan fosil yang pernah ditemukan sebelumnya karena ukurannya yang kerdil, hanya sekitar maksimal 1 meter saja. Apakah kebetulan atau tidak temuan ini bersamaan waktunya dengan diedarkannya film The Lord of the Rings movie trilogy.
Berdasarkan analisis carbon dating, manusia kerdil purba ini berumur sekitar 200.000 tahun lalu. Selanjutnya, temuan yang dinamakan oleh para ilmuwan dengan Homo floresiensis ini menghebohkan dunia karena berpeluang mengubah sejarah evolusi manusia. Sampai saat ini memang masih terdapat pro dan kontra terkait temuan ini karena sebagai ilmuwan menganggap manusia kerdil Flores ini merupakan bagian dari sejarah evolusi manusia, namun sebagian lagi menilai bahwa manusia kerdil ini merupakan produk kelainan genetik yang terjadi pada kelompok manusia purba yang tinggal di pulau tersebut.
Temuan ini memang menarik perhatian para ahli purbakala, mengingat berdasarkan temuan peralatan purba di Pulau Flores, diperkirakan pulau ini sudah dihuni oleh manusia sekitar 1 juta tahun yang lalu. Bagi kelompok yang belum menyepakati bahwa manusia kerdil Flores merupakan spesies tersendiri menganggap bahwa manusia Flores ini bentuk kerdil hari Homo erectus yang hidup sekitar 1.6 juta – 100,000 tahun lalu atau bahkan berasal dari turunan spesies yang lebih tua, yaitu Homo habilis yang hidup sekitar 2.3 - 1.5 juta tahun lalu. Namun, permasalahannya sampai saat ini fosil Homo floresiensis ini belum pernah ditemukan di Benua Afrika.
Di tengah-tengah kontroversi ini, dunia purbakala kembali heboh karena tanggal 8 Juni 2016 lalu dipublikasikan hasil temuan baru fosil di Journal nature yang merupakan jurnal ilmiah paling bergengsi dunia yang diperkirakan usianya 500,000 tahun lebih tua dari temuan pertama sehingga fosil yang baru ditemukan ini diperkirakan berumur 700.000 tahun.
Temuan terbaru ini berupa rahang bawah dan enam gigi dari orang dewasa dan 2 anak anak di Mata Menge di Flores Tengah. Temuan ini menguatkan teori bahwa leluhur Homo floresiensis memang sudah kerdil ratusan ribu tahun sebelumnya. Bagi kelompok yang meyakini bahwa manusia kerdil ini merupakan spesies tersendiri dan merupakan bagian dari salah satu cabang evolusi manusia, menganggap bahwa pengecilan ukuran tubuh dan otak manusia kerdil Flores merupakan bagian dari evolusi mundur manusia (Human Reversal evolution) di mana justru ukuran tubuh yang lebih kecil tersebut yang memungkinkan mereka dapat bertahan di lingkungan Pulau Flores yang ekosistemnya sederhana dan tidak memiliki banyak predator. Dalam kondisi lingkungan seperti ini ukuran tubuh yang besar tidak diperlukan untuk bertahan hidup di pulau ini.
Dengan melihat peralaran yang mereka buat, sudah dipastikan bahwa kecilnya ukuran otak manusia kerdil Flores ini tidak berhubungan dengan keprimitifan atau keterbelakangan pemikiran mereka. Walaupun ukuran otaknya kecil, mereka tetap cerdas karena dapat membuat berbagai peralatan untuk dapat bertahan hidup. Sebagai perbandingan volume otak ketiga spesies yang menjadi perdebatan ini adalah Homo erectus memiliki otak sebesar1,050 cm3, Homo habilis sebesar 610 cm3, sedangkan Homo floresiensis hanya sebesar 380 cm3.
Walaupun masih terdapat pro dan kontra terkait penemuan terbaru ini, yang jelas Indonesia khususnya Pulau Flores kini menjadi perhatian dunia dengan ditemukannya fosil manusia kerdil purba ini. Diperkirakan masih banyak lagi peninggalan fosil purba di Bali Timur dan juga di wilayah antara Asia dengan Australia yang belum teridentifikasi dan berpeluang akan mengubah sejarah evolusi manusia.
Sumber : kompasiana.com
Categories:


Kami yang terhimpun disini adalah orang orang yang punya potensi dan bukan hanya sekedar nama., kami adalah anak Lewotana yang siap berkontribusi ketika Lowetana membutuhkan kami. Contact me ketua umum

0 komentar:

Posting Komentar